Senin, 19 Oktober 2015
Rabu, 14 Oktober 2015
Aceh singkil vs Tolikara : Ketidakadilan di Indonesia
Kenapa ketidakadilan bisa terjadi di indonesia, yang katanya negeri yang menganut hukum.Negeri yang merdeka dan negeri yang berkeadilan.
Seringkali di negeri ini terjadi konflik horisontal antar masyarakat. Dan bahkan para penegak hukum tidak mampu mengendalikan konflik di indonesia, yang terutama bagian timur. Di bagian timur negeri ini seringkali yang menjadi kambing hitam selalu orang pendatang, orang yang berkeyakinan berbeda dengan sebagian besar masyarakat disana, bahkan aparat kepolisian dan TNI juga sering menjadi sasaran mereka. Seperti halnya yang terjadi di Tolikara. Sebuah pembakaran rumah ibadah (mushola) yang dilakukan oleh orang tidak dikenal, itulah yang digembar-gemborkan di berita stasiun televisi nasional. Yang selalu mendukung kubu tersebut. Pada kenyataannya yang melakukan pembakaran adalah warga sekitar. Yaitu kubu yang selalu dimanjakan di negeri ini ( Kamu pasti sudah tahu siapa kubu tersebut ).
Kemudian ada lagi insiden yang terjadi di aceh singkil sebuah pembongkaran dan pembakaran sebuah rumah ibadah ( gereja ) yang tidak memiliki izin. Kemudian banyak media yang memberikan bahwa pelakunya adalah organisasi tertentu( teroris ) yang sudah merencanakan untuk melakukan hal tersebut. Banyak organisasi yang mengutuk hal tersebut tetapi tidak mengutuk insiden yang terjadi di Tolikara. Dan sekali lagi aparat penegak hukum menjadi kambing hitam karena dianggap lalai oleh kubu yang manja tersebut. Kubu yang selalu dimanjakan di negeri ini, baik oleh pemerintah , wakil rakyat, dan juga lembaga lainnya.
Semua tindakan kekerasan seharusnya di tindak secara adil dan tidak tebang pilih. Dihukum sepadan dengan tindakan yang telah dilakukan. Diberikan secara objektif dan tidak memutar balikkan fakta yang terjadi di lapangan. Dan selalu berpangku kepada keadilan.
Jangan sampai ketidakadilan terjadi lagi di negeri ini.
Minggu, 11 Oktober 2015
Film superhero dari indonesia
Filem indonesia sedah sangat berkembang dewasa ini. Dari yang horror sampai yang komedi. Dari yang berkualitas sampai yang abal-abal. Perkembangan perfileman di indonesia tidak terlepas dari kreatifitas para sineasnya. Judul judul baru yang segar, ada juga yang remake.
Mulai dari tahun 2000an filem filem horror mulai bercampur dengan komedi yang ditambah dengan adegan sensual. Kemudian ada juga yang mengusung jenis derama percintaan anak muda. Kemudian muncul lagi filem laga modern dengan aksi yang cukup memukau penonton.
Dari sekian banyak jenis filem yang tayang. Sangat sedikit atau bahkan tidak ada filem yang berjenis superhero atau pahlawan super yang berasal dari Indonesia. Tidak seperti di luar negeri yang sudah banyak mengeluarkan filem bertemakan superhero. Misalnya saja Amerika Serikat yang sudah membanjiri publik Indonesia dengan superheronya.
Sedangkan dari negeri sendiri belum ada yang berani untuk menelurkan filem yang bertemakan superhero seperti negeri paman sam tersebut. Di indonesia sendiri bukanya tidak punya comic superhero layaknya superhero Marvel atau DC comic. Contohnya saja ada gundala putra petir. Yang sudah jelas karakternya tinggal membuat sedikit improvisasi dalam cerita yang akan disajikan agar sesuai dengan selera masa kini. Untuk special effect, Indonesia sudah banyak yang mampu menangani hal ini. Tinggal kemauan dari sineasnya saja yang harus ditumbuhkan untuk membuat filem berjenis pahlawan super.
Jika saja para sineas sineas Indonesia mau dan berani untuk mengambil tantangan ini bukan tidak mungkin akan mendapatkan sambutan yang lebih baik dari filem import yang selama ini beredar di pasar Indonesia.
Kamis, 08 Oktober 2015
Pay the ghost. Gaya film horror amerika.
Pola pikir bisa membuat orang mempunyai ketakutan yang berbeda-beda.
Seperti halnya film yang yang baru saja aku tonton. Pay the ghost, inilah judul yang di tampilkan. Berlatar belakang di New York, kota yang tidak pernah tidur.
Sebuah keluarga yang sedang merayakan Halloween tiba-tiba kehilangan anak satu-satunya Charlie secara misterius.
Gaya penokohan hantunya difilm ini sangat berbeda dengan di indonesia tetapi mempunyai kesamaan dalam kemunculan hantunya. Yaitu secara tiba-tiba dan mengagetkan.
Dari film ini bisa di ambil garis besar bahwa hantu di amerika sana selalu bersumber dari sejarah masa lalu tentang penyihir dan sebagainya yang dibunuh oleh warga sekitar. Kemudian menjadi hantu yang gentayangan untuk menuntut balas. Sedangkan di indonesia sendiri lebih banyak yang tidak memiliki latar belakang secara jelas dan individual seperti pocong dan kuntil anak, di banyak tempat ada pocong dan ada kuntil anak. Jadi tidak ada cerita individualnya. Sedangkan hantu yang memiliki latar belakang yang jelas dan individual hanya segelintir saja. Misalnya hantu kasablangka.
Ketakutan orang amerika lebih kepada kemisteriusanya daripada bentuk fisik dari hantu yang mereka gambarkan di film ini. Sedangkan di indonesia lebih kepada bentuk fisik yang menyeramkan.
Di film indonesia kita sudah bisa tahu siapa tokoh hantunya sebelum menonton filmnya, sedangkan di amerika tokoh hantu baru bisa diketahui setelah seluruh filmnya habis ditonton.
Selasa, 22 September 2015
Berjenggot vs tidak Berjenggot
Berjenggot vs tidak Berjenggot. Bisa di bandingkan antara contoh dua orang di ini mana yang lebih berpengaruh dan mana yang kurang berpengaruh. Bukan hanya pada sisi agamanya tapi juga di sisi pengaruhnya di dunia internasional.